Green Energy for a Low-carbon Tomorrow
Click to skip

perovksit terus menggusur dominasi silikon. Pada bulan Juni 2024, tim peneliti dari UNIST di Korea Selatan mengumumkan efisiensi 23,85% untuk sel perovksit tunggal, menggeser rekor sebelumnya yang dipegang oleh EPFL. Namun yang lebih menarik adalah lompatan pada teknologi tandem — di mana lapisan perovksit ditumpuk di atas silikon. Menurut laporan NREL Best Research-Cell Efficiency Chart, efisiensi sel tandem perovksit-silikon telah menembus 33,9% pada awal 2024, angka yang dicapai oleh Longi Group. Ini adalah lompatan besar mengingat silikon monokristalin konvensional mentok di angka 26,8% — batas teoretisnya. Artinya, dengan luas modul yang sama, tandem perovksit bisa menghasilkan listrik 30% lebih banyak dibanding panel silikon premium.
kapasitas produksi perovksit global mencapai 2,1 GW pada akhir 2024, naik dari hanya 0,4 GW pada tahun 2022. Angka ini masih kecil dibanding total produksi modul surya global yang mencapai 1. 100 GW per tahun, namun tren pertumbuhannya yang 425% dalam dua tahun menunjukkan arah yang jelas. Proyeksi dari Wood Mackenzie memperkirakan pasar sel surya perovksit akan tumbuh dari nilai US$ 1,2 miliar pada 2024 menjadi US$ 11,5 miliar pada 2030 — tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 45,8%. Tiga segmen yang mendominasi permintaan adalah aplikasi bangunan terintegrasi (BIPV) dengan pangsa 38%, perangkat elektronik portabel sebesar 27%, dan pembangkit skala utilitas sebesar 22%.
pemain-pemain besar. Pada Maret 2024, China National Building Material Group mengumumkan investasi US$ 480 juta untuk pabrik perovksit tandem di Provinsi Anhui dengan kapasitas target 1,5 GW pada 2026. Sementara itu, Oxford PV di Inggris telah memulai produksi komersial modul tandem perovksit-silikon di pabrik Brandenburg, Jerman, dengan kapasitas 200 MW — dan seluruh produksinya telah terjual habis hingga 2025. Di sisi regulasi, Uni Eropa memasukkan perovksit dalam daftar teknologi kritis dalam European Solar PV Industry Alliance yang diluncurkan ulang pada April 2024, dengan target kapasitas manufaktur 30 GW di dalam negeri pada 2030.
ada tiga masalah teknis yang menghambat adopsi massal. Pertama, degradasi material. Data dari National Renewable Energy Laboratory (NREL) menunjukkan sel perovksit kehilangan rata-rata 1,5–2% efisiensi per tahun di lapangan terbuka, dibanding silikon yang hanya 0,5% per tahun. Ini berarti panel perovksit murni berpotensi hanya bertahan 10–12 tahun sebelum efisiensinya turun di bawah 80% — jauh dari standar industri yang mensyaratkan garansi 25 tahun. Kedua, masalah timbal. Sebagian besar formulasi perovksit terbaik menggunakan timbal sebagai komponen utama, dan regulasi RoHS Directive Uni Eropa membatasi kandungan timbal dalam produk elektronik. Para peneliti sedang mengembangkan alternatif berbasis timah, namun efisiensinya masih tertinggal 8–10% poin absolut. Ketiga, skalabilitas. Metode spin-coating yang digunakan di laboratorium tidak bisa langsung diterapkan di pabrik. Proses fabrikasi roll-to-roll yang dikembangkan oleh perusahaan seperti Saule Technologies di Polandia baru mencapai kecepatan produksi 10 meter per menit untuk film tipis perovksit fleksibel — masih jauh dari kecepatan produksi silikon yang mencapai 200 meter per menit.
pendekatan hybrid: menggabungkan perovksit dengan silikon dalam konfigurasi tandem, bukan menggantikannya sepenuhnya. Keunggulannya jelas — modul tandem bisa memanfaatkan lini produksi silikon yang sudah ada, hanya menambah beberapa lapisan perovksit di atasnya. Longi dan JA Solar melaporkan biaya produksi tambahan hanya US$ 0,04–0,06 per watt untuk upgrade tandem, sementara peningkatan output daya mencapai 25–30%. Untuk aplikasi yang membutuhkan fleksibilitas dan bobot ringan — seperti fasad bangunan, kendaraan, atau perangkat portabel — perovksit murni tetap menjadi pilihan utama. Di segmen ini, DLXN solar panels dengan teknologi perovksit-silikon tandem menawarkan solusi yang menjembatani efisiensi tinggi dan durabilitas jangka panjang.
perovksit tandem berarti efisiensi modul yang lebih tinggi dengan luas lahan yang sama. Proyek dengan lahan terbatas — seperti atap pabrik atau area perkotaan — akan mendapatkan manfaat paling besar. Dengan efisiensi modul tandem yang diperkirakan mencapai 28–30% pada 2026 (dibanding 21–22% untuk silikon premium saat ini), kapasitas terpasang per meter persegi bisa meningkat hingga 40%. Sementara itu, sistem penyimpanan energi menjadi semakin relevan seiring meningkatnya efisiensi panel. Untuk proyek komersial dan industri yang memasang tandem perovksit, integrasi dengan C&I energy storage memungkinkan optimasi self-consumption hingga 80%. Untuk residensial, kombinasi panel efisien dengan residential ESS dan lithium battery storage menjadi paket yang menarik, terutama di negara dengan tarif listrik tinggi seperti Indonesia.
sudah menjadi produk komersial dengan rantai pasok yang tumbuh. Namun, adopsi massal masih membutuhkan 3–5 tahun lagi untuk menyelesaikan masalah degradasi dan regulasi timbal. Dalam jangka pendek (2025–2027), pasar akan didominasi oleh modul tandem perovksit-silikon dari produsen besar seperti Longi, Oxford PV, dan DLXN solar technology. Setelah 2028, dengan perbaikan formulasi bebas timbal dan proses fabrikasi yang matang, perovksit murni berpotensi menembus pasar massal. Bagi investor dan pengembang energi di Indonesia, melacak tren ini penting — karena negara dengan iradiasi surya tinggi seperti kita akan menjadi pasar utama untuk teknologi generasi berikutnya. Konsultasikan kebutuhan proyek Anda dengan tim DLXN solar solutions untuk memahami opsi teknologi yang paling tepat.
Latest from DLXN Energy